Pengajian Online September 2020 Part I

12 September | Keluarga besar Islamic School Harapan Mulia bersama Wali Murid, dalam acara Pengajian Online yang membahas Kitab Nashoihul ‘Ibad pada Hari Sabtu tanggal 12 September 2020 Pukul : 09.00 – 10.00 WITA Pelaksanaan melalui Online (Via Zoom Meeting).

Ust. Farid Mubarok, S.Pd.I sebagai Narasumber Pengajian Online pada kali ini. Kajian Hadits Qudsi tentang Keharaman berbuat Dzalim dan Anjuran Allah agar meminta Hidayah kepadanya. Nabi Muhammad SAW mengharamkan perbuatan zalim dan melarang umatnya saling berbuat zalim.

Dalam buku Syarah Arba’in An-Nawawi dijelaskan bahwa kezaliman terbagi dua. Pertama, zalim seorang hamba terhadap dirinya sendiri dan kezaliman yang paling besar adalah syirik atau mempersekutukan Allah SWT. Kedua, kezaliman seorang hamba  terhadap orang lain.

Larangan berbuat zalim dijelaskan dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan Abu Dzar Al Ghifari RA dari Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

عن أبي ذر الغفاري رضي الله عنه ، عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربِه عز وجل أنه قال : ( يا عبادي إني حرمت الظلم على نفسي ، وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا ، يا عبادي كلكم ضال إلا من هديته ، فاستهدوني أهدكم

Artinya : “Rasulullah menyampaikan bahwa sesungguhnya Allah telah berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk, maka hendaklah kalian minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya.” (HR Muslim).

Sungguh zalim adalah perbuatan yang amat berat konsekuensinya. Ia tak hanya berdimensi ukhrawi sebagai sebuah maksiat kepada Allah, namun juga amat menyakiti manusia. Perlu ikhtiar ganda guna membersihkan diri dari noda zalim. Memohon ampun kepada Allah dan betobat, lantas meminta orang-orang yang pernah dizalimi berbaik hati memberikan keikhlasannya. Keduanya perlu usaha yang sungguh-sungguh. Bukan aksi pencitraan demi merencanakan kezaliman berikutnya.

Hati-hatilah dengan orang yang terzalimi. Periksa setiap ucapan dan tindakan kita. Begitu mudahnya mengucapkan kata-kata kotor yang ditujukan ke orang, bekasnya akan lama terasa. Begitu juga menghadapi orang  yang melanggar aturan. Rasulullah SAW sudah memberi rambu. Terhadap orang yang berbuat kerusakan saja kita dilarang berbuat zalim. Karena, nanti tak akan ada penghalang dalam doa orang-orang yang teraniaya.

Jazakumullah ahsanal jaza kami ucapkan kepada Yayasan Islamic School Harapan Mulia, Dewan Guru, dan Bapak/Ibu Wali Murid, sampai bertemu di pengajian selanjutnya dan semoga pengajian kali ini mendapatkan manfaat dan menambah keimanan kita. Aamiin.

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart