Team Al Qur’an

February 5th, 2010 Leave a comment Go to comments

Program Team Al Qur’an Sekolah Harapan Mulia

Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam  upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan  moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun  kolektif kemasyarakatan. Peningkatan  potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial.

Pendidikan Agama Islam  menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan  manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan  manusia dengan alam sekitarnya.

Pendidikan Agama Islam diharapkan  menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan  iman, takwa, dan  akhlak, serta aktif membangun  peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam  memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam  menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul  dalam  pergaulan masyarakat baik dalam  lingkup lokal, nasional, regional  maupun global.

Pendidikan Al-Islam, ditekankan pada pelaksanaan ibadah berdasarkan tuntunan Rasulullah Nabi Muhammad SAW. dengan merujuk Kitab Al-Qur’an dan Hadits-Hadits yang sahih. Sehingga peserta didik dapat mengamalkan ajaran Islam secara baik dan benar.  Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam  meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Tauhid, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Al-Qur’an dan Hadits.

Tarikh dan Kebudayaan Islam disampaikan secara komprehensif. Dengan demikian peserta didik diharapkan dapat memahami konsep Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin. Dan Shalat yang merupakan  tiang agama, akan dijadikan praktek sehari-hari peserta didik. Sehingga kelaknya peserta didik akan memandang bahwa shalat tidak lagi dipandang sebagai  kewajiban melainkan sebagai kebutuhan.

Pendidkan  Al Islam dan Al Qur’an di Sekolah Harapan Mulia Selalu mepertahankan yang sudah baik bahkan akan ditingkatkan dengan  ide-ide, inovasi dan  metodologi baru yang lebih baik dalam  rangka menjawab visi sekolah. Pembelajaran  dan pembinaan Al Islam dengan cara beribadah praktik langsung, yaitu dengan mendidik siswa aktif sholat berjamaah Dhuhur  ke masjid dengan  pengawasan dan pembinaan langsung di tempat oleh pengawas dan dewan guru, membiasakan siswa membaca Al Qur’an dengan metode Salaf (cara-cara yang sudah ada sejak zaman Sahabat Nabi) melalui panduan Risalah Tadrib (pelatihan) ibnu Jazaiy yang praktis, menekankan pada hal-hal yang  pening dan mendesak sekali bagi sesorang yang membaca Al Qur’an a.l.:

  1. Makhroj (tempat keluar) huruf Hija’iyah (Arab)
  2. Shifat (keadaan dan cara baca) huruf Hija’iyah (Arab)
  3. Ada’ (ketepatan panjang pendek suatu huruf pada setiap kalimat)

Sehingga dengan 3 cara pembinaan tersebut diharapkan siswa dalam waktu  tidak lama dapat membaca Al Qur’an dengan benar dan baik. Serta terhindar dari 3 macam kesalahan yang sangat fatal dan haram  hukumnya, lebih-lebih jika kesalahan dilakukan dalam sholat yang dapat membatalkan sholat seperti contoh berikut:

  1. Lahn (kesalahan Harrakat, Dhommah dibaca kasroh dll.)
  2. Tashhief (salah ucap huruf, Tsa’ dibaca siin, shod dibaca syien/siin dll.)
  3. Lubs (bacaan yang kacau/kabur, yaitu  bacaan yang tidak betajwid, sehingga tidak bisa dibedakan sama sekali, seperti bacaan yang cepat yang biasa dilakukan oleh orang-orang awam.

Program berkesinambungan pendidikan dan pembinaan Al Qur’an di Sekolah Harapan Mulia yang dimulai dari TK, SD, SMP dan SMA Insya Allah dapat berjalan dengan baik yang dapat dipertanggungjawabkan kemurnian dan kesahihannya. Karena para pembimbing dan pengajar dari para Hafidh Al Qur’an yang mempunyai sanad (mata rantai periwayatan yang bersambung langsung kepada Rasulullah)

Tujuan Umum:

  1. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
  2. Mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama  dan berakhlak mulia  yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
  3. Mampu Khatam Al Qur’an dengan baik dan benar

Tujuan Khusus :

  1. Memiliki pengetahuan hukum-hukum Islam dan dapat mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari
  2. SD kelas  I  Mengenal huruf Al Qur’an, tanda baca, serta mampu mempraktikanna dengan baik dan benar.
  3. SD kelas II mampu  melakukan Ada’  ( Ghunnah/ dengung, panjang pendek/ mad dan qoshr, idzghom dan idhar ).
  4. SD kelas III hafal Do’a- do’a harian, surat- surat pendek, dan mampu ‘Urdhoh ( baca Al Qur’an sempurna ) Juz ‘Amma dan sebagian awal Al Qur’an.
  5. SD kelas IV selesai ‘Urdhoh ( baca Al Qur’an sempurna ) s/d 2/3 Al Qur’an lengkap dengan hukum- hukum tajwid.
  6. SD kelas V Khatam Al Qur’an dan mengenal dasar- dasar periwayatan Qira’at tujuh ( tujuh macam dialek Al Qur’an yang pernah di ajarkan oleh Rasululloh ) min. Surat Al Fatihah
  7. SD kelas VI Mampu ‘Urdhoh Qira’at min. 3 jalur periwayatan ( Rawy : Abu Bakar Syu’bah dan Hafesh al koufi serta Kholaf al Bazzar ) min. Juz ‘Amma.
  8. SMP kelas VII mampu : ‘Urdhoh Qiraat 2 jalur periwayatan ( Rawy : Abu Bakar Syu’bah dan Hafesh al koufi dari ‘Ashim bin abi el Najud al Koufi ) dari Al Qur’an separuh pertama.
  9. SMP kelas VIII : ‘Urdhoh Qiraat 2 jalur periwayatan ( Rawy : Abu Bakar Syu’bah, dan Hafesh al koufi dari ‘Ashim bin abi el Najud al Koufi) dari Al Qur’an separuh ke dua.
  10. SMP kelas IX  : ‘Urdhoh Qiraat 1 jalur periwayatan ( Rawy : Kholaf al Bazzar dari Hamzah el Zayyat ) dari Al Qur’an Sempurna.

Klasifikasi sholat berjamaah Dhuhur, serta pengawas,  bagi masing- masing kelompok sbb:

  • Kelas III ( el Malik dan el Quddus ) : Ust. Bashori dan Ust. Umar, serta Wali kelas. Tempat Sholat di lt.III Gedung SD . ( Ruang depan Al Quddus ) .
  • Kelas II ( Tabligh Fathonah ) : Ust. Ridlo’I dan Ust. Afif, serta wali kelas. Tempat sholat di Lt.III Gedung SD ( ruang depan Al Malik ).
  • Kelas I ( Shiddiq, Amanah ) Ust. Ali Ahmad Syamsul  dan Ust. Purnomo serta wali kelas masing- masing, Tempat Sholat sesuai petunjuk Head Master.
  • Kelas IV ( Al Malik, Al Quddus ) ,  Berjamaah Di Musholla Al Qomar sesuai waktu Dhuhur, pengawas dan Pembina semua team Al Qur’an, Al Islam, dan guru yang sholat dhuhur di Musholla al Qomar.

NB: Hari Jum’at  ( selain Kelas IV SD ), pengawas dan Pembina adalah Wali Kelas masing- masing.

Denpasar 3 Pebrruari 2010

By: ( Team Al Qur’an HM )

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.